Selasa, 05 April 2016

Teori Islam di Indonesia: Berilmu = Kafir, Baru Belajar = Ustadz

  No comments    
categories: 
Assalamualaikum kawan Ngawurs!

Okay, Edisi postingan kali lebih ngomongin muslim ya. Siang ini aku bakal ngomongin soal Lucunya Negeri ini. Yaaa gimana gak lucu, para ahli ilmu, yang udah bertahun-tahun mempelajari islam dituduh kafirlah, murtad lah, syirik lah, dan lain-lain. Sedangkan orang-orang yang baru belajar nih, terus beli baju koko pake peci, jenggotnya dipanjangin, terus dahinya dijedot-jedotin ke tembok biar item yaaa itu tuh yang dipanggil ustad.

Yah, mungkin ni yang dinamakan akhir zaman. Orang udah gabisa bedain mana yang bener dan mana yang salah. Kalua dipikir-pikir sih bikin pusing aja. So, dibuat enjoy aja lah bro hehehe. Saranku sih yang paling aman di zaman akhir ini ya, manut aja sama ulama’. Nah nah nah, yang harus hati-hati nih, cari ulama’nya. Dilihat dulu latar belakangnya, siapa guru-gurunya, berapa tahun belajarnya, gimana cara berfikirnya. Kalua udah suka ngafir-ngafirin orang sih udah pasti ga bener, ya dirinya aja belum tentu bener malah nilai orang lain.

Islam lahir dengan kedamaian dan dapat dipahami dengan kedamaian. Nabi saja mengajarkan kepada kita mengenai kedamaian. Setiap hari kita juga berdo’a meminta kedamaian.

“Allohumma antas salam waminkas salam wa alaika yaudus salam fahayyina rabbana bissalam, wa adkhilnal jannata darassalam, tabarakta rabbana wata'alaita ya'zal jalali wal ikram.”

"Ya Allah,  Engkaulah dzat yang Maha Damai Dan DariMu lah Kedamaian itu. Dan kepada-Mu juga kembalinya kedamaian. maka hidupkanlah kami, ya Tuhan dengan damai dan kembali ke dalam Nirwana Kedamaianmu. Maha berkah Engkau, ya Tuhan kami Yang Maha Agung, wahai Tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan ".

Nah, buat orang-orang yang masih bingung, Kenapa sih nabi perang? Katanya cinta damai?
Jawabannya adalaaahh… nabi juga pengennya damai, kawan Ngawurs. Tapi ya gimana lagi, Para Kafirun ini yang nantang, pengennya pake kekerasan aja. La kalo kita diperangi masak kita diem aja? Matilah kita. Itu juga kenapa dulu kita memberontak kepada Belanda, Kenapa bisa ada Resolusi Jihad yang salah satunya karena fatwa dari Mbah Hasyim Asy’ari.

Nah, jadi ati-ati bro kalau ketemu (yang ngaku) Ustadz tapi suka ngafir-ngafirin, sedikit-sedikit bid’ah, sesat,  dll. Islam Cinta damai lo. Rasulullah SAW juga diperintahkan bukan untuk memerangi orang kafir, tapi liutammima makarimal akhlaq dan rahmatan lil alamin. Daan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Inget nih, “Khoirun nas anfauhum lin nas”. Yang dipake lafadz “nas” lo, bukan “muslimin”. Jadi, kita harus bisa bermanfaat bagi semua orang begitulah kanjeng nabi, karena beliau orang non muslim aja dapet nikmat, dapet berkah, apalagi yang muslim??

Oke, Ati-ati cari guru ya bro! jangan Cuma liat accessoriesnya, Abu Jahal kan juga keliatannya muslim banget dari luar hahaha. Ntar Abu Jahal kamu panggil Kyai lagi.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thoriq

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


0 komentar:

Posting Komentar