NotesNgawur – Menelusuri dinginnya malam, mengayuh sepeda bututnya demi sebuah cita yang
terbesit di benaknya . Sepertinya istilah itu cocok bila dikaitkan dengan
semangat yang dimiliki seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Serpong,
Tangerang Selatan itu. Tetesan peluh keringatnya ketika berjualan asongan tak
membuat pemuda ini mengakhiri kegiatannya sehari-hari. Berbekal ransel lengkap
dengan buku-buku, ia tak malu berjalan menelusuri jalan sekitar kampus sambil
menjalani profesi sampingannya yang biasa disebut Starling (Starbucks Keliling).
“Mari
mas, ngopi dulu,” ujar seorang pemuda penjual Starling dengan ramahnya. Achmad
Fauzi, dialah mahasiswa sekaligus penjual Starling di kompleks Summarecon
Serpong. Mahasiswa Technopreneurship Universitas Surya itu menjual kopi, teh
dan minuman lainnya yang ia tata rapi dengan sepeda kesayangannya. Hampir
setiap malam ia melakukan hal itu demi menyambung kehidupan sehari-hari. Fauzi,
begitu teman-teman memanggilnya, dikenal sebagai pemuda yang sederhana, teguh
pada pendirian dan agak cuek dengan omongan orang lain.
Ia
adalah salah satu mahasiswa beruntung yang mendapatkan beasiswa dari Tempo
untuk kuliah gratis di kampus berbasis Riset buah dari perjuangan Prof.Yohannes
Surya, Ph.D. Tak ingin merepotkan orangtuanya di kampung halaman, Fauzi
menjalani kesibukannya berjualan demi menghidupi dirinya sendiri. Kesibukannya
berjualan tak membuat Fauzi kehabisan akal untuk menyempatkan waktu belajar. Di
sela-sela memasak air saat berjualan, Pemuda asal Jawa Tengah ini membaca-baca
buku agar tetap bisa mengikuti perkuliahan dengan baik.
Begitu
kokoh tekadnya, setelah seharian berkutat dengan mata kuliah dan buku-bukunya
dia langsung beranjak pergi mengayuh sepedanya melanjutkan rutinitas malamnya.
“Ya beginilah rutinitas saya, untuk bertahan di sini saya tidak mau merepotkan
orangtua saya. Saya harus belajar dan mencari uang untuk bertahan sampai lulus
dan membahagiakan orangtua saya. Bapak sudah susah di kampong, saya gak mau membebaninya
lagi,” terang Fauzi sambil berjualan di kawasan Universitas Multimedia
Nusantara.
Menjadi
salah satu harapan orangtuanya, Fauzi harus berjuang meniti jalan kesuksesannya
dengan caranya sendiri. “Gak ada orang sukses yang kerjanya tidur aja. Semua
butuh kerja keras.” Pergi pagi pulang pagi begitulah yang ia lakukan setiap
harinya. Ia harus pergi pagi hari untuk kuliah dan bekerja setelahnya sampai
dini hari. Berjualan kala yang lain terlelap dan bercanda dengan kawan lainnya.
Namun, ia tak pernah mengeluhkannya. Tekadnya yang bulat demi menggapai
mimpinya membuatnya menggebu-gebu untuk belajar dan berjualan.
Ya karena perjuangan kita hari ini tak ada yang sia sia,
jika kita hari ini sibuk dengan berjuang, yakinlah masa depan anda akrab dengan
kemenangan. Lebih baik puasa hari ini daripada puasa di masa depan, lebih baik
susah sekarang daripada susah di masa depan. Dan untuk menjadi mahasiswa
inspiratif, tak perlu piala piala memenuhi rakmu. Cukup berjuang keras dan
selesaikan dengan tuntas setiap jalanmu, meniti jalan kesuksesanmu.

0 komentar:
Posting Komentar